Sebagai umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah sepantasnya kita mengikuti apa yang diperintahkan oleh panutan kita tersebut. Namun akhir akhir ini mulai banyak sunnah Nabi yang sudah mulai ditinggalkan. Dengan artikel ini penulis berharap segala yang dilarang Rasullullah dapat ditinggalkan dan sunnah-sunnah beliau dapat kembali diamalkan dalam kehidupan kita sehari hari. (Baca juga: 5 Tips Hidup Sehat dan Bugar Ala Nabi Muhammad)
Kebiasaan Makan dan minum
Makan dan minum adalah kegiatan yang tidak dapat dilepaskan dari makhluk hidup. semua makhluk hidup butuh makan. Melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah telah mengatur segala sesuatu yang berkaitan tentang kegiatan ini untuk kebaikan umat manusia!
Berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang dilarang
Minuman keras
“Setiap barang yang memabukkan diharamkan; sesungguhnya Allah telah berjanji akan memberi minuman yang bernama Thinah al-Khabaal kepada orang yang meminum minuman keras”. Lelaki tersebut bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang dinamakan Thinah al-Khabaal?” Rasulullah menjawab : “Keringatnya ahli neraka atau perasan ahli neraka(Hadits riwayat Muslim dan An-Nasai.)”
Suatu penelitian yang yang dilakukan di Swedia menyatakan bahwa 29% dari seluruh kondisi pasien yang masuk Rumah Sakit di Swedia disebabkan oleh konsumsi minuman ber-alkohol.
Di Inggris (belum termasuk Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara), antara 350.000 hingga 500.000 orang setiap tahunnya masuk Rumah Sakit karena ketergantungan pada minuman keras.
Di majalah Medicine International, edisi 6 th. 1989, ada sebuah artikel yang menyatakan minuman keras dapat membangkitkan kanker tenggorokan, di samping menyebabkan pendarahan di tenggorokan, pembengkakan pembuluh darah di pangkal tenggorokan, radang pancreas, wasir, dan lain – lainnya, yang adakalanya dapat menyebabkan kematian.
Berbagai penelitian ilmiah juga menegaskan bahaya minuman ber-alkohol terhadap liver, fungsi seksual, menyebabkan berbagai penyakit pada wanita, gangguan sistem saluran urine, sistem pencernaan, sistem aliran darah, sistem pernapasan, kelenjar telinga, kelenjar kelamin dan sistem metabolism tubuh.
Daging Babi
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah" (QS Al Baqarah ayat 173)
Babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit. Gara-gara babi, virus Avian Influenza jadi ganas. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak akan menular secara langsung ke manusia. Virus AI mati dengan pemanasan 60oC lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih.
Bila ada babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi dan tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi H5N1. Virus AI Strain H5N1 dapat menular ke manusia.
Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang Hongkong dan membunuh 700.000 orang (diberi nama Flu Hongkong).
Menurut National Cancer Institute, potensi kanker pankreas dapat terjadi dengan perbandingan satu dari 65 orang. “Apabila anda mengkonsumsi daging babi tersebut setiap hari, resiko anda akan naik menjadi 1,7 persen. Itu memang masih sangat kecil,” ujar peneliti dari National Cancer Institute, Dr Richard Besser, kepada ABC News, Sabtu (14/1).
Sebuah hasil penelitian dalam British Journal of Cancer dari peneliti Swedia menyebutkan konsumsi 14 ons daging babi olahan dapat menyebabkan peningkatan 19 persen resiko kanker pankreas.
Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur & Barat, yaitu Cina dan Swedia. Cina (mayoritas penduduknya penyembah berhala) & Swedia (mayoritas penduduknya sekuler) menyatakan: "Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon".
Persentase penderita penyakit ini di negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.
Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.
Darah
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah" (QS Al Baqarah ayat 173)
Dan rahasia dalam pengharaman darah adalah apa yang telah dibuktikan oleh ilmu pengetahuan modern pada hari ini bahwa darah adalah sarang yang bagus untuk perkembangbiakan bakteri dan pertumbuhannya. Kemudian lebih dari itu ia tidak mengandung gizi sedikit pun, akan tetapi ia justru menyebabkan gangguan pencernaan, sampai-sampai jika sebagian dari darah tersebut dimasukkan ke dalam perut (lambung) manusia, maka secara langsung lambung akan memuntahkannya, atau darah tersebut akan keluar bersama kotoran dalam bentuk hitam tanpa dicerna (oleh lambung).
Dan semua penelitian ilmiah dalam bidang ini menguatkan (mendukung), bahwa bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh minum darah atau memasaknya adalah sangat besar, dikarenakan bakteri-bakteri yang terkandung dalam darah, terlebih lagi bahwasanya darah -berbeda dengan apa yang dibayangkan - adalah unsur yang sangat miskin (tidak mengandung) gizi, dan bahwasanya kadar protein yang terkandung dalam darah telah bercampur dengan unsur-unsur (zat-zat) yang sangat beracun, dan sangat berbahaya. Hal yang menjadikan seseorang untuk mengkonsumsinya berada dalam risiko besar, dan menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan. Bahkan yang lebih berbahaya dari itu, darah mengandung unsur-unsur beracun, yang berada di garis terdepannya adalah karbon dioksida, sebuah gas mematikan “mencekik”. Dan ini menjelaskan juga larangan memakan binatang yang mati tercekik. Hal itu karena binatang yang mati “tercekik” ia tidaklah mati melainkan hanya karena bertumpuknya gas ini (karbondioksida) dalam darahnya yang menyebabkan kematiannya.
Tata Cara Makan dan Minum
Berdo'a Sebelum Makan dan Minum
"Apabila seorang kalian ingin makan, hendaknya dia membaca "bismillah". Dan jika ia lupa membaca di awalnya, hendaknya ia membaca "bismillah fii awwalihi wa aakhirihi." (HR. al Tirmidzi dan Ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1513)
Melalui penelitian tentang air yang dilakukan ilmuwan Jepang Dr.Masaru Emoto akhirnya dapat kita ketahui bahwa air pun ternyata HIDUP dan dapat memberikan respon yang positif ataupun negatif terhadap manusia
Dr.Masaru Emoto berhasil mendapatkan foto kristal air pertama di dunia bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ilmuwan yang ahli dalam mikroskop). Foto kristal air ini didapat dengan cara membekukan air pada suhu -25 derajat celcius dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi. Hasilnya adalah air ternyata mampu merespon terhadap kata-kata, gambar serta musik baik secara positif ataupun negatif. Hasil penelitiannya ia lakukan pada air di danau Biwa Jepang, dengan doa yang tulus dari sekitar 500 orang didapatkan hasil sebagai berikut; Berdasarkan penelitian Dr. Masaru Emoto, dapat kita simpulkan bahwa :
Air “ menangkap” getaran rasa dalam bahasa apapun, Tulisan, gambar dan musik.
Air bisa “mengerti”, menyimpan dan menyalurkan informasi semua benda juga “mengerti”, tetapi air paling peka, jumlahnya sangat banyak dan ada di mana mana.
Getaran air merambat kemolekul air di tubuh manusia.
Perilaku manusia bisa menjadi beringas, tidak terkendli atau sebaliknya.
Pikiran dan ucapan melahirkan getaran dan vibrasi yang bisa merubah susunan molekul benda benda
Jangan Makan/Minum Sambil Berdiri
Nabi Muhammad Saw. bersabda, "Janganlah sekali-sekali salah seorang dari kalian minum sambil berdiri, barangsiapa lupa hendaklah dia memuntahkannya"(HR. Muslim)
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)
Penelitian membuktikan bahwa air putih yang kita minum saat duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal.
Sebaliknya, jika kita minum air putih dengan cara berdiri, maka air yang kita minum itu masuk tanpa disaring lagi. Air itu bisa langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan di saluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter maka hal ini bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.
Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras. Jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.
Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.
Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95 persen terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.
Awali dengan Makan Buah
”Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan”. (Al Waqi’ah 20-21)
Dalam ayat tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan tentang makanan penduduk surga.Yang menarik di sini, bahwa Allah menyebutkan buah-buahan dahulu, baru kemudian daging. Apa rahasianya ?
Mengkonsumsi makanan berat dan berlemak memerlukan banyak energi untuk proses pencernaan dan pembuangan. Itulah sebabnya banyak dari kita merasa mengantuk dan lelah setelah makan. Akan lebih baik bila kita menikmati buah terlebih dahulu sebelum makan, agar usus menjadi bersih.
dr. Muhammad Suwardi, dalam bukunya yang berjudul Al-Qur’an The Amazing Secret, menjelaskan bahwa buah yang dikonsumsi sebagai hidangan pencuci mulut justru akan menjadi sampah dalam tubuh karena buah tidak dicerna secara alami di lambung, tetapi ikut berkumpul bersama makanan selama berjam-jam dalam kubangan asam lambung yang pekat.
Menurut penelitian Dr Stephen Carr Leon, beliau pernah melakukan pengamatan selama 8 tahun di Israel. Hasil yang ia dapatkan menunjukkan bahwa orang Yahudi (Israel) terkenal cerdas karena salah satunya mereka sangat menjaga pola makan, yaitu dengan membiasakan makan buah sebelum makan nasi. Selain itu, mereka sangat menjaga prinsip untuk tidak makan daging dan ikan secara bersamaan. Stephen juga menyebutkan bahwa anak-anak di negara ini dibiasakan untuk makan buah-buahan dahulu sebelum hidangan utama. Maka jangan heran jika dalam jamuan makan di rumah mereka, dihidangkan buah-buahan terlebih dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) terlebih dahulu kemudian diikuti dengan menyantap buah-buahan akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Hal ini dapat mengakibatkan kondisi tubuh menjadi sangat lemah dan sulit untuk memahami pelajaran di sekolah.
Selain itu, penelitian membuktikan bahwa makan buah terlebih dahulu dapat memancing getah lambung untuk segera mengeluarkan getah lambung yang akan membantu dalam proses pencernaan makanan yang lain
Enzim dari buah dapat membantu tubuh untuk mencerna karbohidrat, protein, dan lemak. Tubuh pun lebih ringan mencerna karena tidak perlu repot memproduksi enzim pencernaan
Jangan Meniup Makanan/Minuman
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda "Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan…" (HR. Bukhari 153).
Dalam penelitian Science, air panas (H2O) bertemu karbondioksida (CO2) yang dihembuskan oleh mulut (manusia mengeluarkan CO2). Maka akan menghasilkan persenyawaan H2CO3, asam karbonat. Dan jika asam karbonat ini masuk kedalam tubuh manusia, maka bisa mengakibatkan penyakit jantung.
Pada saat manusia mengeluarkan udara hasil pernafasan serta mengeluarkan udara saat meniup, maka tidak hanya mengeluarkan gas hasil pernafasan saja, mulut juga akan mengeluarkan uap air dan berbagai partikel yang ada dari dalam rongga mulut. Sebut saja bau mulut. Bau mulut ini mengindikasikan ada partikel yang juga dikeluarkan dari mulut. Partikel ini dapat berasal dari sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi, selain itu dapat juga berupa mikroorganisme yang hidup di rongga mulut. Mikroorganisme ini kadang bersifat merugikan dan bersifat sebagai pathogen. Hal inilah yang harus dihindari supaya jangan terbawa sehingga karena berupa partikel padatan akan dapat menempel dan mengkontaminasi pada makanan yang ditiup.
Makan dengan Tangan
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Jika salah seorang diantaramu makan, maka hendaklah ia menjilati jari-jemarinya, sebab ia tidak mengetahui dari jemari mana munculnya keberkahan.” (HR. Muslim)
Menurut artikel yang diterbitkan dalam paparetta.wordpress.com pada Oktober 2010 lalu, makan menggunakan tangan terbukti lebih menyehatkan karena dalam tangan terdapat enzim RNAse yang dapat mengikat bakteri sehingga tingkat aktivitasnya sangat rendah ketika masuk bersama makanan ke saluran pencernaan tubuh.
Pada dasarnya, tujuan utama enzim RNAse ini digunakan dalam analisis genetik, dengan tujuan mendegradasi RNA, sehingga yang tinggal dari sebuah sel hidup adalah DNA-nya. Saya yakin keterangan yang lebih tepat bisa dijelaskan oleh rekan-rekan dari kedokteran. Enzim ini selalu terkandung dalam jari-jari dan telapak tangan manusia, sehingga –dengan asumsi sudah dilakukan upaya menghigieniskan tangan sebelumnya– proses penyuapan makanan ke dalam saluran pencernaan akan mengikutkan enzim yang bisa mengikat sel bakteri sehingga aktivitasnya tidak maksimal. Begitu makanan masuk ke saluran pencernaan, maka enzim ini akan ikut mengikat pergerakan bakteri hingga ke saluran pembuangan.
Sebaliknya, jika manusia makan menggunakan (misalnya) sendok, tidak ada yang bisa menahan laju aktivitas bakteri yang terkandung, baik di makanan atau alat makan itu sendiri.
Rasulullah juga mengajarkan kalau kebiasaan Rasulullah sebelum makan adalah mengambil sedikit garam menggunakan kelingkingnya lalu menghisap garam itu. Secara ilmiah juga, garam adalah sumber mineral dari tanah yg diperlukan oleh badan kita.Dua cecah garam dari jari kita itu adalah sama dengan satu liter air mineral.
Melakukan Puasa Untuk Menjaga Kesehatan
"Hai sekalian orang-porang yang beriman, diwajibkan atas kamu puasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang terdahulu dari kamu supaya kau bertaqwa" (Al-Baqarah 183)
Dr Ahmad al-Qadhi, Dr. Riyadh al-Bibabi Bersama rekannya di Amerika, ia melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah sukarelawan yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Hasil penelitian ini menunjukan pengaruh positif puasa yang cukup signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh. Indikator fungsional sel-sel getah (lymfocytes) membaik hingga sepuluh kali lipat, walaupun jumlah keseluruhan sel-sel getah bening tidak berubah, namun prosentase jenis getah bening yang bertanggung jawab melindungi tubuh dan melawan berbagai penyakit yaitu sel T mengalami kenaikan yang pesat.
Dr. Muhammad Munib dan kawan-kawan dari Turki Melakukan sebuah penelitian terhadap seratus responden muslim, Sampel darah mereka diambil sebelum dan diakhir bulan ramadhan, untuk dilakukan analisis dan pengukuran terhadap kandungan protein , total lemak (total lipid), lemak fosfat, asam lemak bebas, kolesterol, albumin, globulin, gula darah, tryglycerol, dan unsur-unsur pembentuk darah lainnya, dan didapat, antara lain bahwa terjadi penurunan umum pada kadar gula (glukosa) dan tryacyglicerol orang yang berpuasa, terjadinya penurunan parsial dan ringan pada berat badan, tidak terlihat adanya aseton dalam urin, baik dalam awal maupun akhir puasa, sebab sebelum puasa ramadhan, kenyataan ini menegaskan tidak adanya pembentukan zat-zat keton yang berbahaya bagi tubuh selama bulan puasa islam, Dengan keutamaan puasa, glikogen dalam tubuh mengalami peremajaan, memompa gerakan lemak yang tersimpan, sehingga menghasilkan energi yang lebih meningkat.
Ketika puasa kita juga dianjurkan untuk berbuka dengan kurma. Telah muncul sebuah penelitian kimiawi dan biologi bahwa sepotong dari kurma yang dimakan setara dengan 85-87% dari beratnya. Dan itu mengandung 20-24% air, 70-75%zat gula, 2-3% protein, 8,5% serat dan kadar lemak yang rendah.
Luruskan Niat
Yang MenyampaikanBeruntung, Yang Membaca Juga Beruntung,
Tapi Yang Paling Beruntung adalah Yang MENGAMALKAN
“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut” (HR. al-Bukhāri dan Muslim)
AMALKAN SEMATA-MATA KARENA MENCARI RIDHA ALLAH DAN RASULNYA ! BUKAN HANYA KARENA INGIN SEHAT !
Rabu, 08 Januari 2014
KEBIASAAN AKAN & MINUM NABI MUHAMMAD SAW
Inilah Kebiasaan Makan dan Minum Nabi Muhammad yang Terbukti Menyehatkan
">
Sebagai umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah sepantasnya kita mengikuti apa yang diperintahkan oleh panutan kita tersebut. Namun akhir akhir ini mulai banyak sunnah Nabi yang sudah mulai ditinggalkan. Dengan artikel ini penulis berharap segala yang dilarang Rasullullah dapat ditinggalkan dan sunnah-sunnah beliau dapat kembali diamalkan dalam kehidupan kita sehari hari. (Baca juga: 5 Tips Hidup Sehat dan Bugar Ala Nabi Muhammad)
Kebiasaan Makan dan minum
Makan dan minum adalah kegiatan yang tidak dapat dilepaskan dari makhluk hidup. semua makhluk hidup butuh makan. Melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah telah mengatur segala sesuatu yang berkaitan tentang kegiatan ini untuk kebaikan umat manusia!
Berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang dilarang
Minuman keras
“Setiap barang yang memabukkan diharamkan; sesungguhnya Allah telah berjanji akan memberi minuman yang bernama Thinah al-Khabaal kepada orang yang meminum minuman keras”. Lelaki tersebut bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang dinamakan Thinah al-Khabaal?” Rasulullah menjawab : “Keringatnya ahli neraka atau perasan ahli neraka(Hadits riwayat Muslim dan An-Nasai.)”
Suatu penelitian yang yang dilakukan di Swedia menyatakan bahwa 29% dari seluruh kondisi pasien yang masuk Rumah Sakit di Swedia disebabkan oleh konsumsi minuman ber-alkohol.
Di Inggris (belum termasuk Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara), antara 350.000 hingga 500.000 orang setiap tahunnya masuk Rumah Sakit karena ketergantungan pada minuman keras.
Di majalah Medicine International, edisi 6 th. 1989, ada sebuah artikel yang menyatakan minuman keras dapat membangkitkan kanker tenggorokan, di samping menyebabkan pendarahan di tenggorokan, pembengkakan pembuluh darah di pangkal tenggorokan, radang pancreas, wasir, dan lain – lainnya, yang adakalanya dapat menyebabkan kematian.
Berbagai penelitian ilmiah juga menegaskan bahaya minuman ber-alkohol terhadap liver, fungsi seksual, menyebabkan berbagai penyakit pada wanita, gangguan sistem saluran urine, sistem pencernaan, sistem aliran darah, sistem pernapasan, kelenjar telinga, kelenjar kelamin dan sistem metabolism tubuh.
Daging Babi
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah" (QS Al Baqarah ayat 173)
Babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit. Gara-gara babi, virus Avian Influenza jadi ganas. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak akan menular secara langsung ke manusia. Virus AI mati dengan pemanasan 60oC lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih.
Bila ada babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi dan tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi H5N1. Virus AI Strain H5N1 dapat menular ke manusia.
Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang Hongkong dan membunuh 700.000 orang (diberi nama Flu Hongkong).
Menurut National Cancer Institute, potensi kanker pankreas dapat terjadi dengan perbandingan satu dari 65 orang. “Apabila anda mengkonsumsi daging babi tersebut setiap hari, resiko anda akan naik menjadi 1,7 persen. Itu memang masih sangat kecil,” ujar peneliti dari National Cancer Institute, Dr Richard Besser, kepada ABC News, Sabtu (14/1).
Sebuah hasil penelitian dalam British Journal of Cancer dari peneliti Swedia menyebutkan konsumsi 14 ons daging babi olahan dapat menyebabkan peningkatan 19 persen resiko kanker pankreas.
Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur & Barat, yaitu Cina dan Swedia. Cina (mayoritas penduduknya penyembah berhala) & Swedia (mayoritas penduduknya sekuler) menyatakan: "Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon".
Persentase penderita penyakit ini di negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.
Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.
Darah
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah" (QS Al Baqarah ayat 173)
Dan rahasia dalam pengharaman darah adalah apa yang telah dibuktikan oleh ilmu pengetahuan modern pada hari ini bahwa darah adalah sarang yang bagus untuk perkembangbiakan bakteri dan pertumbuhannya. Kemudian lebih dari itu ia tidak mengandung gizi sedikit pun, akan tetapi ia justru menyebabkan gangguan pencernaan, sampai-sampai jika sebagian dari darah tersebut dimasukkan ke dalam perut (lambung) manusia, maka secara langsung lambung akan memuntahkannya, atau darah tersebut akan keluar bersama kotoran dalam bentuk hitam tanpa dicerna (oleh lambung).
Dan semua penelitian ilmiah dalam bidang ini menguatkan (mendukung), bahwa bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh minum darah atau memasaknya adalah sangat besar, dikarenakan bakteri-bakteri yang terkandung dalam darah, terlebih lagi bahwasanya darah -berbeda dengan apa yang dibayangkan - adalah unsur yang sangat miskin (tidak mengandung) gizi, dan bahwasanya kadar protein yang terkandung dalam darah telah bercampur dengan unsur-unsur (zat-zat) yang sangat beracun, dan sangat berbahaya. Hal yang menjadikan seseorang untuk mengkonsumsinya berada dalam risiko besar, dan menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan. Bahkan yang lebih berbahaya dari itu, darah mengandung unsur-unsur beracun, yang berada di garis terdepannya adalah karbon dioksida, sebuah gas mematikan “mencekik”. Dan ini menjelaskan juga larangan memakan binatang yang mati tercekik. Hal itu karena binatang yang mati “tercekik” ia tidaklah mati melainkan hanya karena bertumpuknya gas ini (karbondioksida) dalam darahnya yang menyebabkan kematiannya.
Tata Cara Makan dan Minum
Berdo'a Sebelum Makan dan Minum
"Apabila seorang kalian ingin makan, hendaknya dia membaca "bismillah". Dan jika ia lupa membaca di awalnya, hendaknya ia membaca "bismillah fii awwalihi wa aakhirihi." (HR. al Tirmidzi dan Ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1513)
Melalui penelitian tentang air yang dilakukan ilmuwan Jepang Dr.Masaru Emoto akhirnya dapat kita ketahui bahwa air pun ternyata HIDUP dan dapat memberikan respon yang positif ataupun negatif terhadap manusia
Dr.Masaru Emoto berhasil mendapatkan foto kristal air pertama di dunia bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ilmuwan yang ahli dalam mikroskop). Foto kristal air ini didapat dengan cara membekukan air pada suhu -25 derajat celcius dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi. Hasilnya adalah air ternyata mampu merespon terhadap kata-kata, gambar serta musik baik secara positif ataupun negatif. Hasil penelitiannya ia lakukan pada air di danau Biwa Jepang, dengan doa yang tulus dari sekitar 500 orang didapatkan hasil sebagai berikut; Berdasarkan penelitian Dr. Masaru Emoto, dapat kita simpulkan bahwa :
Air “ menangkap” getaran rasa dalam bahasa apapun, Tulisan, gambar dan musik.
Air bisa “mengerti”, menyimpan dan menyalurkan informasi semua benda juga “mengerti”, tetapi air paling peka, jumlahnya sangat banyak dan ada di mana mana.
Getaran air merambat kemolekul air di tubuh manusia.
Perilaku manusia bisa menjadi beringas, tidak terkendli atau sebaliknya.
Pikiran dan ucapan melahirkan getaran dan vibrasi yang bisa merubah susunan molekul benda benda
Jangan Makan/Minum Sambil Berdiri
Nabi Muhammad Saw. bersabda, "Janganlah sekali-sekali salah seorang dari kalian minum sambil berdiri, barangsiapa lupa hendaklah dia memuntahkannya"(HR. Muslim)
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)
Penelitian membuktikan bahwa air putih yang kita minum saat duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal.
Sebaliknya, jika kita minum air putih dengan cara berdiri, maka air yang kita minum itu masuk tanpa disaring lagi. Air itu bisa langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan di saluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter maka hal ini bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.
Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras. Jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.
Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.
Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95 persen terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.
Awali dengan Makan Buah
”Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan”. (Al Waqi’ah 20-21)
Dalam ayat tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan tentang makanan penduduk surga.Yang menarik di sini, bahwa Allah menyebutkan buah-buahan dahulu, baru kemudian daging. Apa rahasianya ?
Mengkonsumsi makanan berat dan berlemak memerlukan banyak energi untuk proses pencernaan dan pembuangan. Itulah sebabnya banyak dari kita merasa mengantuk dan lelah setelah makan. Akan lebih baik bila kita menikmati buah terlebih dahulu sebelum makan, agar usus menjadi bersih.
dr. Muhammad Suwardi, dalam bukunya yang berjudul Al-Qur’an The Amazing Secret, menjelaskan bahwa buah yang dikonsumsi sebagai hidangan pencuci mulut justru akan menjadi sampah dalam tubuh karena buah tidak dicerna secara alami di lambung, tetapi ikut berkumpul bersama makanan selama berjam-jam dalam kubangan asam lambung yang pekat.
Menurut penelitian Dr Stephen Carr Leon, beliau pernah melakukan pengamatan selama 8 tahun di Israel. Hasil yang ia dapatkan menunjukkan bahwa orang Yahudi (Israel) terkenal cerdas karena salah satunya mereka sangat menjaga pola makan, yaitu dengan membiasakan makan buah sebelum makan nasi. Selain itu, mereka sangat menjaga prinsip untuk tidak makan daging dan ikan secara bersamaan. Stephen juga menyebutkan bahwa anak-anak di negara ini dibiasakan untuk makan buah-buahan dahulu sebelum hidangan utama. Maka jangan heran jika dalam jamuan makan di rumah mereka, dihidangkan buah-buahan terlebih dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) terlebih dahulu kemudian diikuti dengan menyantap buah-buahan akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Hal ini dapat mengakibatkan kondisi tubuh menjadi sangat lemah dan sulit untuk memahami pelajaran di sekolah.
Selain itu, penelitian membuktikan bahwa makan buah terlebih dahulu dapat memancing getah lambung untuk segera mengeluarkan getah lambung yang akan membantu dalam proses pencernaan makanan yang lain
Enzim dari buah dapat membantu tubuh untuk mencerna karbohidrat, protein, dan lemak. Tubuh pun lebih ringan mencerna karena tidak perlu repot memproduksi enzim pencernaan
Jangan Meniup Makanan/Minuman
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda "Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan…" (HR. Bukhari 153).
Dalam penelitian Science, air panas (H2O) bertemu karbondioksida (CO2) yang dihembuskan oleh mulut (manusia mengeluarkan CO2). Maka akan menghasilkan persenyawaan H2CO3, asam karbonat. Dan jika asam karbonat ini masuk kedalam tubuh manusia, maka bisa mengakibatkan penyakit jantung.
Pada saat manusia mengeluarkan udara hasil pernafasan serta mengeluarkan udara saat meniup, maka tidak hanya mengeluarkan gas hasil pernafasan saja, mulut juga akan mengeluarkan uap air dan berbagai partikel yang ada dari dalam rongga mulut. Sebut saja bau mulut. Bau mulut ini mengindikasikan ada partikel yang juga dikeluarkan dari mulut. Partikel ini dapat berasal dari sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi, selain itu dapat juga berupa mikroorganisme yang hidup di rongga mulut. Mikroorganisme ini kadang bersifat merugikan dan bersifat sebagai pathogen. Hal inilah yang harus dihindari supaya jangan terbawa sehingga karena berupa partikel padatan akan dapat menempel dan mengkontaminasi pada makanan yang ditiup.
Makan dengan Tangan
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Jika salah seorang diantaramu makan, maka hendaklah ia menjilati jari-jemarinya, sebab ia tidak mengetahui dari jemari mana munculnya keberkahan.” (HR. Muslim)
Menurut artikel yang diterbitkan dalam paparetta.wordpress.com pada Oktober 2010 lalu, makan menggunakan tangan terbukti lebih menyehatkan karena dalam tangan terdapat enzim RNAse yang dapat mengikat bakteri sehingga tingkat aktivitasnya sangat rendah ketika masuk bersama makanan ke saluran pencernaan tubuh.
Pada dasarnya, tujuan utama enzim RNAse ini digunakan dalam analisis genetik, dengan tujuan mendegradasi RNA, sehingga yang tinggal dari sebuah sel hidup adalah DNA-nya. Saya yakin keterangan yang lebih tepat bisa dijelaskan oleh rekan-rekan dari kedokteran. Enzim ini selalu terkandung dalam jari-jari dan telapak tangan manusia, sehingga –dengan asumsi sudah dilakukan upaya menghigieniskan tangan sebelumnya– proses penyuapan makanan ke dalam saluran pencernaan akan mengikutkan enzim yang bisa mengikat sel bakteri sehingga aktivitasnya tidak maksimal. Begitu makanan masuk ke saluran pencernaan, maka enzim ini akan ikut mengikat pergerakan bakteri hingga ke saluran pembuangan.
Sebaliknya, jika manusia makan menggunakan (misalnya) sendok, tidak ada yang bisa menahan laju aktivitas bakteri yang terkandung, baik di makanan atau alat makan itu sendiri.
Rasulullah juga mengajarkan kalau kebiasaan Rasulullah sebelum makan adalah mengambil sedikit garam menggunakan kelingkingnya lalu menghisap garam itu. Secara ilmiah juga, garam adalah sumber mineral dari tanah yg diperlukan oleh badan kita.Dua cecah garam dari jari kita itu adalah sama dengan satu liter air mineral.
Melakukan Puasa Untuk Menjaga Kesehatan
"Hai sekalian orang-porang yang beriman, diwajibkan atas kamu puasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang terdahulu dari kamu supaya kau bertaqwa" (Al-Baqarah 183)
Dr Ahmad al-Qadhi, Dr. Riyadh al-Bibabi Bersama rekannya di Amerika, ia melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah sukarelawan yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Hasil penelitian ini menunjukan pengaruh positif puasa yang cukup signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh. Indikator fungsional sel-sel getah (lymfocytes) membaik hingga sepuluh kali lipat, walaupun jumlah keseluruhan sel-sel getah bening tidak berubah, namun prosentase jenis getah bening yang bertanggung jawab melindungi tubuh dan melawan berbagai penyakit yaitu sel T mengalami kenaikan yang pesat.
Dr. Muhammad Munib dan kawan-kawan dari Turki Melakukan sebuah penelitian terhadap seratus responden muslim, Sampel darah mereka diambil sebelum dan diakhir bulan ramadhan, untuk dilakukan analisis dan pengukuran terhadap kandungan protein , total lemak (total lipid), lemak fosfat, asam lemak bebas, kolesterol, albumin, globulin, gula darah, tryglycerol, dan unsur-unsur pembentuk darah lainnya, dan didapat, antara lain bahwa terjadi penurunan umum pada kadar gula (glukosa) dan tryacyglicerol orang yang berpuasa, terjadinya penurunan parsial dan ringan pada berat badan, tidak terlihat adanya aseton dalam urin, baik dalam awal maupun akhir puasa, sebab sebelum puasa ramadhan, kenyataan ini menegaskan tidak adanya pembentukan zat-zat keton yang berbahaya bagi tubuh selama bulan puasa islam, Dengan keutamaan puasa, glikogen dalam tubuh mengalami peremajaan, memompa gerakan lemak yang tersimpan, sehingga menghasilkan energi yang lebih meningkat.
Ketika puasa kita juga dianjurkan untuk berbuka dengan kurma. Telah muncul sebuah penelitian kimiawi dan biologi bahwa sepotong dari kurma yang dimakan setara dengan 85-87% dari beratnya. Dan itu mengandung 20-24% air, 70-75%zat gula, 2-3% protein, 8,5% serat dan kadar lemak yang rendah.
Luruskan Niat
Yang MenyampaikanBeruntung, Yang Membaca Juga Beruntung,
Tapi Yang Paling Beruntung adalah Yang MENGAMALKAN
“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut” (HR. al-Bukhāri dan Muslim)
AMALKAN SEMATA-MATA KARENA MENCARI RIDHA ALLAH DAN RASULNYA ! BUKAN HANYA KARENA INGIN SEHAT !
Sebagai umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah sepantasnya kita mengikuti apa yang diperintahkan oleh panutan kita tersebut. Namun akhir akhir ini mulai banyak sunnah Nabi yang sudah mulai ditinggalkan. Dengan artikel ini penulis berharap segala yang dilarang Rasullullah dapat ditinggalkan dan sunnah-sunnah beliau dapat kembali diamalkan dalam kehidupan kita sehari hari. (Baca juga: 5 Tips Hidup Sehat dan Bugar Ala Nabi Muhammad)
Kebiasaan Makan dan minum
Makan dan minum adalah kegiatan yang tidak dapat dilepaskan dari makhluk hidup. semua makhluk hidup butuh makan. Melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah telah mengatur segala sesuatu yang berkaitan tentang kegiatan ini untuk kebaikan umat manusia!
Berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang dilarang
Minuman keras
“Setiap barang yang memabukkan diharamkan; sesungguhnya Allah telah berjanji akan memberi minuman yang bernama Thinah al-Khabaal kepada orang yang meminum minuman keras”. Lelaki tersebut bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang dinamakan Thinah al-Khabaal?” Rasulullah menjawab : “Keringatnya ahli neraka atau perasan ahli neraka(Hadits riwayat Muslim dan An-Nasai.)”
Suatu penelitian yang yang dilakukan di Swedia menyatakan bahwa 29% dari seluruh kondisi pasien yang masuk Rumah Sakit di Swedia disebabkan oleh konsumsi minuman ber-alkohol.
Di Inggris (belum termasuk Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara), antara 350.000 hingga 500.000 orang setiap tahunnya masuk Rumah Sakit karena ketergantungan pada minuman keras.
Di majalah Medicine International, edisi 6 th. 1989, ada sebuah artikel yang menyatakan minuman keras dapat membangkitkan kanker tenggorokan, di samping menyebabkan pendarahan di tenggorokan, pembengkakan pembuluh darah di pangkal tenggorokan, radang pancreas, wasir, dan lain – lainnya, yang adakalanya dapat menyebabkan kematian.
Berbagai penelitian ilmiah juga menegaskan bahaya minuman ber-alkohol terhadap liver, fungsi seksual, menyebabkan berbagai penyakit pada wanita, gangguan sistem saluran urine, sistem pencernaan, sistem aliran darah, sistem pernapasan, kelenjar telinga, kelenjar kelamin dan sistem metabolism tubuh.
Daging Babi
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah" (QS Al Baqarah ayat 173)
Babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit. Gara-gara babi, virus Avian Influenza jadi ganas. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak akan menular secara langsung ke manusia. Virus AI mati dengan pemanasan 60oC lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih.
Bila ada babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi dan tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi H5N1. Virus AI Strain H5N1 dapat menular ke manusia.
Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang Hongkong dan membunuh 700.000 orang (diberi nama Flu Hongkong).
Menurut National Cancer Institute, potensi kanker pankreas dapat terjadi dengan perbandingan satu dari 65 orang. “Apabila anda mengkonsumsi daging babi tersebut setiap hari, resiko anda akan naik menjadi 1,7 persen. Itu memang masih sangat kecil,” ujar peneliti dari National Cancer Institute, Dr Richard Besser, kepada ABC News, Sabtu (14/1).
Sebuah hasil penelitian dalam British Journal of Cancer dari peneliti Swedia menyebutkan konsumsi 14 ons daging babi olahan dapat menyebabkan peningkatan 19 persen resiko kanker pankreas.
Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur & Barat, yaitu Cina dan Swedia. Cina (mayoritas penduduknya penyembah berhala) & Swedia (mayoritas penduduknya sekuler) menyatakan: "Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon".
Persentase penderita penyakit ini di negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.
Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.
Darah
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah" (QS Al Baqarah ayat 173)
Dan rahasia dalam pengharaman darah adalah apa yang telah dibuktikan oleh ilmu pengetahuan modern pada hari ini bahwa darah adalah sarang yang bagus untuk perkembangbiakan bakteri dan pertumbuhannya. Kemudian lebih dari itu ia tidak mengandung gizi sedikit pun, akan tetapi ia justru menyebabkan gangguan pencernaan, sampai-sampai jika sebagian dari darah tersebut dimasukkan ke dalam perut (lambung) manusia, maka secara langsung lambung akan memuntahkannya, atau darah tersebut akan keluar bersama kotoran dalam bentuk hitam tanpa dicerna (oleh lambung).
Dan semua penelitian ilmiah dalam bidang ini menguatkan (mendukung), bahwa bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh minum darah atau memasaknya adalah sangat besar, dikarenakan bakteri-bakteri yang terkandung dalam darah, terlebih lagi bahwasanya darah -berbeda dengan apa yang dibayangkan - adalah unsur yang sangat miskin (tidak mengandung) gizi, dan bahwasanya kadar protein yang terkandung dalam darah telah bercampur dengan unsur-unsur (zat-zat) yang sangat beracun, dan sangat berbahaya. Hal yang menjadikan seseorang untuk mengkonsumsinya berada dalam risiko besar, dan menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan. Bahkan yang lebih berbahaya dari itu, darah mengandung unsur-unsur beracun, yang berada di garis terdepannya adalah karbon dioksida, sebuah gas mematikan “mencekik”. Dan ini menjelaskan juga larangan memakan binatang yang mati tercekik. Hal itu karena binatang yang mati “tercekik” ia tidaklah mati melainkan hanya karena bertumpuknya gas ini (karbondioksida) dalam darahnya yang menyebabkan kematiannya.
Tata Cara Makan dan Minum
Berdo'a Sebelum Makan dan Minum
"Apabila seorang kalian ingin makan, hendaknya dia membaca "bismillah". Dan jika ia lupa membaca di awalnya, hendaknya ia membaca "bismillah fii awwalihi wa aakhirihi." (HR. al Tirmidzi dan Ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1513)
Melalui penelitian tentang air yang dilakukan ilmuwan Jepang Dr.Masaru Emoto akhirnya dapat kita ketahui bahwa air pun ternyata HIDUP dan dapat memberikan respon yang positif ataupun negatif terhadap manusia
Dr.Masaru Emoto berhasil mendapatkan foto kristal air pertama di dunia bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ilmuwan yang ahli dalam mikroskop). Foto kristal air ini didapat dengan cara membekukan air pada suhu -25 derajat celcius dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi. Hasilnya adalah air ternyata mampu merespon terhadap kata-kata, gambar serta musik baik secara positif ataupun negatif. Hasil penelitiannya ia lakukan pada air di danau Biwa Jepang, dengan doa yang tulus dari sekitar 500 orang didapatkan hasil sebagai berikut; Berdasarkan penelitian Dr. Masaru Emoto, dapat kita simpulkan bahwa :
Air “ menangkap” getaran rasa dalam bahasa apapun, Tulisan, gambar dan musik.
Air bisa “mengerti”, menyimpan dan menyalurkan informasi semua benda juga “mengerti”, tetapi air paling peka, jumlahnya sangat banyak dan ada di mana mana.
Getaran air merambat kemolekul air di tubuh manusia.
Perilaku manusia bisa menjadi beringas, tidak terkendli atau sebaliknya.
Pikiran dan ucapan melahirkan getaran dan vibrasi yang bisa merubah susunan molekul benda benda
Jangan Makan/Minum Sambil Berdiri
Nabi Muhammad Saw. bersabda, "Janganlah sekali-sekali salah seorang dari kalian minum sambil berdiri, barangsiapa lupa hendaklah dia memuntahkannya"(HR. Muslim)
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)
Penelitian membuktikan bahwa air putih yang kita minum saat duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal.
Sebaliknya, jika kita minum air putih dengan cara berdiri, maka air yang kita minum itu masuk tanpa disaring lagi. Air itu bisa langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan di saluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter maka hal ini bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.
Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras. Jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.
Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.
Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95 persen terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.
Awali dengan Makan Buah
”Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan”. (Al Waqi’ah 20-21)
Dalam ayat tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan tentang makanan penduduk surga.Yang menarik di sini, bahwa Allah menyebutkan buah-buahan dahulu, baru kemudian daging. Apa rahasianya ?
Mengkonsumsi makanan berat dan berlemak memerlukan banyak energi untuk proses pencernaan dan pembuangan. Itulah sebabnya banyak dari kita merasa mengantuk dan lelah setelah makan. Akan lebih baik bila kita menikmati buah terlebih dahulu sebelum makan, agar usus menjadi bersih.
dr. Muhammad Suwardi, dalam bukunya yang berjudul Al-Qur’an The Amazing Secret, menjelaskan bahwa buah yang dikonsumsi sebagai hidangan pencuci mulut justru akan menjadi sampah dalam tubuh karena buah tidak dicerna secara alami di lambung, tetapi ikut berkumpul bersama makanan selama berjam-jam dalam kubangan asam lambung yang pekat.
Menurut penelitian Dr Stephen Carr Leon, beliau pernah melakukan pengamatan selama 8 tahun di Israel. Hasil yang ia dapatkan menunjukkan bahwa orang Yahudi (Israel) terkenal cerdas karena salah satunya mereka sangat menjaga pola makan, yaitu dengan membiasakan makan buah sebelum makan nasi. Selain itu, mereka sangat menjaga prinsip untuk tidak makan daging dan ikan secara bersamaan. Stephen juga menyebutkan bahwa anak-anak di negara ini dibiasakan untuk makan buah-buahan dahulu sebelum hidangan utama. Maka jangan heran jika dalam jamuan makan di rumah mereka, dihidangkan buah-buahan terlebih dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) terlebih dahulu kemudian diikuti dengan menyantap buah-buahan akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Hal ini dapat mengakibatkan kondisi tubuh menjadi sangat lemah dan sulit untuk memahami pelajaran di sekolah.
Selain itu, penelitian membuktikan bahwa makan buah terlebih dahulu dapat memancing getah lambung untuk segera mengeluarkan getah lambung yang akan membantu dalam proses pencernaan makanan yang lain
Enzim dari buah dapat membantu tubuh untuk mencerna karbohidrat, protein, dan lemak. Tubuh pun lebih ringan mencerna karena tidak perlu repot memproduksi enzim pencernaan
Jangan Meniup Makanan/Minuman
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda "Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan…" (HR. Bukhari 153).
Dalam penelitian Science, air panas (H2O) bertemu karbondioksida (CO2) yang dihembuskan oleh mulut (manusia mengeluarkan CO2). Maka akan menghasilkan persenyawaan H2CO3, asam karbonat. Dan jika asam karbonat ini masuk kedalam tubuh manusia, maka bisa mengakibatkan penyakit jantung.
Pada saat manusia mengeluarkan udara hasil pernafasan serta mengeluarkan udara saat meniup, maka tidak hanya mengeluarkan gas hasil pernafasan saja, mulut juga akan mengeluarkan uap air dan berbagai partikel yang ada dari dalam rongga mulut. Sebut saja bau mulut. Bau mulut ini mengindikasikan ada partikel yang juga dikeluarkan dari mulut. Partikel ini dapat berasal dari sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi, selain itu dapat juga berupa mikroorganisme yang hidup di rongga mulut. Mikroorganisme ini kadang bersifat merugikan dan bersifat sebagai pathogen. Hal inilah yang harus dihindari supaya jangan terbawa sehingga karena berupa partikel padatan akan dapat menempel dan mengkontaminasi pada makanan yang ditiup.
Makan dengan Tangan
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Jika salah seorang diantaramu makan, maka hendaklah ia menjilati jari-jemarinya, sebab ia tidak mengetahui dari jemari mana munculnya keberkahan.” (HR. Muslim)
Menurut artikel yang diterbitkan dalam paparetta.wordpress.com pada Oktober 2010 lalu, makan menggunakan tangan terbukti lebih menyehatkan karena dalam tangan terdapat enzim RNAse yang dapat mengikat bakteri sehingga tingkat aktivitasnya sangat rendah ketika masuk bersama makanan ke saluran pencernaan tubuh.
Pada dasarnya, tujuan utama enzim RNAse ini digunakan dalam analisis genetik, dengan tujuan mendegradasi RNA, sehingga yang tinggal dari sebuah sel hidup adalah DNA-nya. Saya yakin keterangan yang lebih tepat bisa dijelaskan oleh rekan-rekan dari kedokteran. Enzim ini selalu terkandung dalam jari-jari dan telapak tangan manusia, sehingga –dengan asumsi sudah dilakukan upaya menghigieniskan tangan sebelumnya– proses penyuapan makanan ke dalam saluran pencernaan akan mengikutkan enzim yang bisa mengikat sel bakteri sehingga aktivitasnya tidak maksimal. Begitu makanan masuk ke saluran pencernaan, maka enzim ini akan ikut mengikat pergerakan bakteri hingga ke saluran pembuangan.
Sebaliknya, jika manusia makan menggunakan (misalnya) sendok, tidak ada yang bisa menahan laju aktivitas bakteri yang terkandung, baik di makanan atau alat makan itu sendiri.
Rasulullah juga mengajarkan kalau kebiasaan Rasulullah sebelum makan adalah mengambil sedikit garam menggunakan kelingkingnya lalu menghisap garam itu. Secara ilmiah juga, garam adalah sumber mineral dari tanah yg diperlukan oleh badan kita.Dua cecah garam dari jari kita itu adalah sama dengan satu liter air mineral.
Melakukan Puasa Untuk Menjaga Kesehatan
"Hai sekalian orang-porang yang beriman, diwajibkan atas kamu puasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang terdahulu dari kamu supaya kau bertaqwa" (Al-Baqarah 183)
Dr Ahmad al-Qadhi, Dr. Riyadh al-Bibabi Bersama rekannya di Amerika, ia melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah sukarelawan yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Hasil penelitian ini menunjukan pengaruh positif puasa yang cukup signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh. Indikator fungsional sel-sel getah (lymfocytes) membaik hingga sepuluh kali lipat, walaupun jumlah keseluruhan sel-sel getah bening tidak berubah, namun prosentase jenis getah bening yang bertanggung jawab melindungi tubuh dan melawan berbagai penyakit yaitu sel T mengalami kenaikan yang pesat.
Dr. Muhammad Munib dan kawan-kawan dari Turki Melakukan sebuah penelitian terhadap seratus responden muslim, Sampel darah mereka diambil sebelum dan diakhir bulan ramadhan, untuk dilakukan analisis dan pengukuran terhadap kandungan protein , total lemak (total lipid), lemak fosfat, asam lemak bebas, kolesterol, albumin, globulin, gula darah, tryglycerol, dan unsur-unsur pembentuk darah lainnya, dan didapat, antara lain bahwa terjadi penurunan umum pada kadar gula (glukosa) dan tryacyglicerol orang yang berpuasa, terjadinya penurunan parsial dan ringan pada berat badan, tidak terlihat adanya aseton dalam urin, baik dalam awal maupun akhir puasa, sebab sebelum puasa ramadhan, kenyataan ini menegaskan tidak adanya pembentukan zat-zat keton yang berbahaya bagi tubuh selama bulan puasa islam, Dengan keutamaan puasa, glikogen dalam tubuh mengalami peremajaan, memompa gerakan lemak yang tersimpan, sehingga menghasilkan energi yang lebih meningkat.
Ketika puasa kita juga dianjurkan untuk berbuka dengan kurma. Telah muncul sebuah penelitian kimiawi dan biologi bahwa sepotong dari kurma yang dimakan setara dengan 85-87% dari beratnya. Dan itu mengandung 20-24% air, 70-75%zat gula, 2-3% protein, 8,5% serat dan kadar lemak yang rendah.
Luruskan Niat
Yang MenyampaikanBeruntung, Yang Membaca Juga Beruntung,
Tapi Yang Paling Beruntung adalah Yang MENGAMALKAN
“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut” (HR. al-Bukhāri dan Muslim)
AMALKAN SEMATA-MATA KARENA MENCARI RIDHA ALLAH DAN RASULNYA ! BUKAN HANYA KARENA INGIN SEHAT !
Kamis, 21 November 2013
HADITS AL-HAFIZH IBNU JAWZI MENJELASKAN HADITS2 MUTASYAHIRAT (MEMBONGKAR AQIDAH SESAT KAUM WAHABI )
Hadits al Hafizh Ibnul Jawzi Menjelaskan Hadits2 Mutasyabihat (Membongkar Aqidah Sesat Kaum Wahabi)
Masih Banyak yang bertanya ama ane, Siapa WAHABI,? Sdh berulang-ulang
ane Bahas, tapi memang mash banyak yang belum tahu, yang belum tahu
silakan di baca dengan sesama, yang sdh tahu semoga jadi renungan..
Jika bermampaat Silakan Bagikan..
Hadits Pertama:
Hadits riwayat Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dalam dua kitab Sahih
masing-masing; dari hadits Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:
خَلَقَ اللهُ تَعَالَى ءَادَمَ (عليه الصلاة والسلام) عَلَى صُوْرَتِهِ
[Makna literal riwayat ini tidak boleh kita ambil, mengatakan: ”Allah
menciptakan Nabi Adam di atas bentuk-Nya”. Makna literal ini seakan
menetapkan bahwa Allah memiliki bentuk].
Pemahaman manusia
dalam menyikapi hadits ini ada dua kelompok. Kelompok pertama; tidak
mempertanyakan tafsirannya [Artinya mereka mengimani hadits ini tanpa
meyakini bahwa Allah sebagai benda yang memiliki bentuk dan ukuran],
sementara kelompok ke dua mempertanyakan maksud dan tujuannya. Kelompok
ke dua ini mempermasalahkan kata ganti (Dlamîr); yaitu hurufHâ’ pada
redaksi “صورته”, kembali ke manakah dlamîr tersebut? Ada tiga pendapat:
1. Kata ganti tersebut kembali kepada manusia yang ada dalam konteks
hadits tersebut. Karena konteks hadits tersebut menceritakan bahwa suatu
ketika Rasulullah lewat di hadapan seorang yang tengah memukul wajah
temannya. Orang yang memukul tersebut berkata kepada orang yang dipukul:
“Semoga Allah menjadikan buruk terhadap wajahmu dan wajah-wajah orang
yang menyerupai wajahmu”. Kemudian Rasulullah bersabda: “Jika seorang
dari kalian memukul saudaranya maka hindarilah untuk memukul wajah
karena sesungguhnya Allah telah menciptakan Nabi Adam di atas (seperti)
bentuknya”.
Dalam hadits ini disebutkan Nabi Adam secara khusus
adalah karena beliau manusia pertama dengan bentuk wajah (dan fisik)
yang kemudian “diwarisi” turun-temurun oleh semua orang sesudahnya.
Dalam hadits itu Rasulullah seakan berkata: “Engkau telah menghinakan
wajah Nabi Adam padahal engkau berasal dari keturunannya”, dengan
demikian uangkapan Rasulullah ini sebagai peringatan yang sangat kuat
dan mendalam. Kesimpulannya, dalam pendapat pertama ini, kata ganti
(dlamîr) dalam redaksi hadits di atas kembali kepada orang yang berada
dalam konteks hadits tersebut.
Adalah pemahaman yang sangat
buruk jika dipahami bahwa dlamîr dalam hadits di atas kembali kepada
Allah [seperti pemahaman kaum Musyabbihah yang menyimpulkannya bahwa
Allah memiliki bentuk], karena dalam konteks tersebut bahwa orang yang
memukul berkata: “Semoga Allah menjadikan buruk terhadap wajahmu dan
wajah-wajah orang yang menyerupai wajahmu”; dengan demikian jika
dipahami bahwa dlamîr dalam hadits tersebut kembali kepada Allah maka
berarti dalam pemahaman yang rusak ini Allah berwajah jelek, [di samping
kesesatannya menetapkan anggota wajah bagi Allah].
Adapun redaksi Imam Muslim tentang riwayat ini adalah; Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:
إذَا قَاتَلَ أحَدُكُمْ فَلْيَجْتَنب اْلوَجْهَ فَإنّ اللهَ تَعَالَى خَلقَ ءَادم عَلى صُوْرَتِه
2. Bahwa dlamîr “Ha” pada kata “صورته” untuk mengungkapkan dua nama
yang nyata sebagai makhluk yang memiliki bentuk (shûrah). Oleh karenanya
tidak benar jika dimaksudkan dengandlamîr tersebut adalah Allah, karena
telah tetap dalil bahwa Allah bukan benda yang memiliki bentuk dan
ukuran. Dengan demikian yang dimaksud “صورة” dalam hadits tersebut
adalah kembali kepada Nabi Adam. Maka makna hadits tersebut adalah:
“Sesungguhnya Allah telah menciptakan Nabi Adam di atas bentuk (shûrah)
sempurna seperti apa yang telah dikehendaki oleh-Nya pada diri Nabi Adam
tersebut, tidak melalui proses; dari air mani, lalu segumpal
darah(‘Alaqah), dan lalu segumpal daging (Mudlghah), artinya
penciptaannya itu bukan lewat proses seperti pada penciptaan anak
cucunya”. Pendapat ini dinyatakan oleh Imam Sulaiman al-Khathabi, juga
telah disebutkan oleh Imam Tsa’labah dalam kitab al-Amâlî.
3. Bahwa dlamir “Ha” pada kata “صورته” kembali kepada Allah. Dalam makna ini terdapat dua pemahaman berikut;
Pemahaman pertama: dalam pengertian milik, artinya bahwa bentuk
(shûrah) Nabi Adam tersebut adalah ciptaan dan milik Allah [sebagaimana
seluruh alam ini adalah ciptaan Allah dan milik-Nya]. Dalam makna ini
penyandaran kara shûrah kepada dlamir “Ha” (Allah) mengandung dua makna.
Pertama; penyandaran untuk tujuan memuliakan (Idlâfah at-Tasyrîf),
contoh seperti ini dalam firman Allah:
وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطّائِفِيْنَ
Pengertian “بيتي” [yang secara literal bermakna “rumah-Ku”; yang
dimaksud ka’bah] dalam ayat ini bukan artinya Allah berada di dalam
ka’bah, tetapi dalam pengertian bahwa rumah tersebut (Ka’bah) adalah
rumah yang dimuliakan oleh Allah (Bait Musyarraf Alâ Allâh). Kedua;
penyandaran untuk tujuan mengungkapkan bahwa Allah yang menciptakan
bentuk Nabi Adam tersebut di mana bentuk tersebut tidak pernah ada
sebelumnya.
Pemahaman ke dua: bahwa makna “الصورة” dalam hadits
tersebut dalam pengertian “الصفة” (sifat). Dalam bahasa Arab jika
dikatakan: “هذا صورة هذا الأمر” maka maknanya adalah “صفة الأمر” [arti
perkataan tersebut; “Ini adalah gambaran (sifat) dari masalah itu”].
Dalam pemahaman ini maka makna hadits di atas adalah bahwa Allah telah
menciptakan Nabi Adam dengan sifat-sifat seperti sifat-sifat Allah [dari
segi lafazhnya], seperti sifat hidup (al-Hayât), berilmu (al-‘Ilm),
memiliki kemampuan (al-Qudrah), mendengar (as-Sama’), melihat
(al-Bashar), dan berkehandak (al-Irâdah). [Artinya; sifat-sifat ini
serupa dengan sifat-sifat Allah dari segi lafazh-nya saja, tentu dari
segi makna berbeda, ini yang disebut dengan Ittifâq Bi al-Lafzh Dûna
al-Ma’nâ]. Dengan sifat-sifat inilah Allah menjadikan Nabi Adam memiliki
keistimewaan dibanding makhluk lainnya, bahkan diistimewakan di atas
para Malaikat sehingga Allah memerintahkan mereka untuk sujud hormat
[bukan sujud ibadah] kepadanya. Dengan demikian pemahaman kata “shûrah”
di sini secara maknawi, bukan dalam pengertian fisik yang berarti
bentuk, susunan, dan benda.
Sementara itu Abu Muhammad ibn
Qutaybah memahami hadits ini dengan pemahaman yang sangat buruk, ia
berkata: “Allah memiliki bentuk, dan bentuk-Nya tidak seperti segala
bentuk, dan Allah menciptakan Nabi Adam seperti bentuk-Nya tersebut”.
Pemahamannya ini tidak logis dan sangat rancu, padahal ungkapan seperti
itu sama saja dengan mengatakan bahwa Allah menciptakan Nabi Adam
dengan bentuk seperti bentuk Allah.Na’ûdzu billâh.
Sementara
al-Qâdlî Abu Ya’la al-Mujassim dalam memahami hadits ini berkata: “Kita
katakan bahwa Allah memiliki bentuk yang tidak menyerupai segala bentuk,
sebagaimana kita mengatakan Allah adalah Dzat yang tidak menyerupai
segala dzat”.
Ungkapan Abu Ya’la ini juga tidak logis dan
sangat rancu. Sesungguhnya makna “الذات” secara bahasa adalah “الشىء”
[artinya “sesuatu”], sementara makna “الصورة” dalam bahasa adalah
bentuk, susunan, dan tataan yang membutuhkan kepada yang menjadikannya
dalam susunan tersebut. Perkataan [Ibnu Qutaybah dan Abu Ya’la]:
“...bentuk-Nya tidak seperti segala bentuk” adalah kata-kata yang
menyalahi ungkapan sebelumnya; “Allah adalah bentuk”. Perkataan ini
persis seperti ungkapan: “Allah adalah tubuh (jism) yang tidak
menyerupai segala tubuh” [Jelas ungkapan yang kontradiktif]. Padahal
tubuh (jism) dalam pengertian bahasa adalah sesuatu yang tersusun dari
dua benda (jawhar) atau lebih. Karena itu ungkapan: “...tubuh-Nya tidak
menyerupai segala tubuh” jelas menyalahi ungkapan sebelumnya; “Allah
adalah tubuh”.
_Ashef Muhammad AL-ImaZMuda_
WIRID DZIKIR SETELAH SHOLAT
WIRID DZIKIR SETELAH SHOLAT
Sedikit Berbagi Amalan WIRID, DZIKIR Setelah Sholat..
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Didalam shahih muslim diriwayatkan beberapa hadits yang berisi tentang
dzikir setelah shalat fardhu. Dzikir atau bacaan yang biasa dibaca
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam ialah:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ الَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.
ASTAGHFIRULLOHAL'ADZHIIM ALLADZII LA ILAHA ILLAHUWAL'HAYYUL QOYYUWM WAATUWBU ILAIH.
لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكَ
وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
LA ILAHA ILLALLOHU WA'HDAHULA SYARIIKALAH, LAHULMULKA WALAHUL'HAMDU YU'HYII WAYUMIITU WAHUWA 'ALAKULLI SYAI'INQODIIR.
اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا اْلجَدِّ مِنْكَ اْلجَدُّ.
ALLOHUMMA LA MA NI'ALIMA A'THOIT, WALA MU'THIYA LIMA MANA'TA WALA YANFA'UDZAL JADDI MINKALJADD.
اَللَّهُمَّ أَجِرْنَا مِنَ النَّارِ.
ALLOHUMMA AJIRNA MINANNAR.
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ
السَّلاَمُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمُ وَأَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ
دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلاَلِ
وَاْلإِكْرَامِ.
ALLOHUMMA ANTASSALAMU WA MINKASSALAMU WA ILAIKA
YA'UWDUSSALAM, FA'HAYYINA ROBBANA BISSALAMU WA ADKHILNALJANNATA
DAROSSALAMI TABAROKTA ROBBANA WA TA'ALAITA YADZALJALALI WAL IKROM.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.
A'UUDZU BILLAHIMINASYSYAITHONIRROJIIM.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ .
BISMILLAHIRRO'HMANIRRO'HIIM.
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ مَالِكِ
يَوْمِ الدِّيْنِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ اهْدِنَا
الصِّرَاطَ اْلمُسْتَقِيْمَ صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
غَيْرِ اْلمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَآلِّيْنَ. آمِيْنَ.
AL'HAMDULILLAHIROBBIL'AaLAMIiN
- ARRO'HMANIRRO'HIM - MALIKI YAWMIDDIiN - IYYAKA NA'BUDU WA IYYAKA
NASTA'IiN - IHDINASHSHIROTHOLMUSTAQIiM - SHIROTHOLLADZIiNA - AN'AMTA
'ALAIHIM - GHOIRILMAGH-DHUuBI 'ALAIHIM WALA_DHO_LLIiN(a) - AaMIiN.
وَإِلَهُكُمْ إَلَهٌ وَاحِدٌ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ
اْلقَيُّوْمُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي
السَّمَوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ
إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ
وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ وَسِعَ
كُرْسِيُّه ُالسَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ
اْلعَلِيُّ اْلعَظِيْمُ.
WA ILAHUKUM ALAHU WA 'HIDU LAILAHA
ILLAHUWAL'HAYYULQOYYUuM, LATA'KHUDZUHU SINATU WALANAUM
LAHUMAFIiSSAMAWATI WAMAFIiL ARDH MANDZALLADZIi YASY-FA'U INDAHU
ILLABIIDZNIH YA'LAMUMA BAINA AIDIiHIM WAMA KHOLFAHUM WALA YU'HIiTUuNA
BISYAi IN MIN ILMIHI ILLA BIMA SYA' WASI 'AKURSIYYUHUSSAMAWATI WAL ARDHI
WALA YA'UuDUHU 'HIFDZHUHUMA WAHUWAL'ALIYYUL'ADZHIiM.
قُـلْ هُـوَ اللهُ أَحَـدٌ ….. [ الإِخْـلاصْ ].
قُـلْ أَعـوذُ بِرَبِّ الفَلَـقِ….. [ الفَلَـقْ ].
قُـلْ أَعـوذُ بِرَبِّ النّـاسِ…..[ الـنّاس ].
إِلَهَنَا رَبَّنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا سُبْحَانَ اللهِ... سُبْحَانَ اللهِ (33 مرة).
ILAHANA ROBBANA ANTAMAULANA SUB'HANALLOH SUB'HANALLOH.
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ دَائِمًا أَبَدًا اَلْحَمْدُ ِللهِ
... اَلْحَمْدُ ِللهِ (33 مرة).
SUB'HANALLOHI WABI'HAMDIHI DA 'IMAN ABADAN AL'HAMDULILLAH
AL'HAMDULILLAH...
اْلحَمْدُ ِللهِ عَلىَ كُلِّ حَالٍ وَفِي كُلِّ حَالٍ وَبِنِعْمَةِ يَا كَرِيْمُ
... اللهُ أَكْبَرُ (33 مرة).
AL'HAMDULILLAHI 'ALA KULLI'HALINN WAFIiKULLI'HALIN WABINI'MATI YAKARIiM ALLOHU AKBAR.
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ
بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ
لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى
كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ
اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ.
ALLOHU AKBAR KABIiRON WAL'HAMDULILLAHI
KATSIiRON WASUB'HANALLOHI BUKROTAN WA ASHIiLAN, LAILAHA ILLALLOHU
WA'HDAHULASYARIiKALAH, LAHULMULKU WALAHUL'HAMDU YU'HYIi WAYUMIiTU WAHUWA
'ALAKULLI SYAi INQODIiR. WALA'HAWLA WALAQUWWATA ILLABI_LLAHIL
'ALIYYIL'ADZHIiM.
أَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ (ثلاث مرات)، إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ.
ASTAGHFIRULLOHAL_'ADZHIIM(A), INNALLOHA GHOFUURURO'HIIM.
أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ.
AFDHOLUDZ-DZAKRI FA'LAM ANNAHU.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (...حي موجود).
LA ILAHA ILLALLOH.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (...حَيٌّ مَعْبُوْدٌ).
LA ILAHA ILLALLOH.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (...حَيٌّ بَاقٍ).
LA ILAHA ILLALLOH.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ ... (33 مرة).
LA ILAHA ILLALLOH (33X)/100X
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ، كَلِمَةُ حَقٍّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوْتُ وَبِهَا
نُبْعَثُ إِنْ شَآءَ اللهُ مِنَ اْلآمِنِيْنَ.
LA ILAHA
ILLALLOHU MU'HAMMADUROSUULULLOHI SOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM,
KALIMATU'HAQQON 'ALAIHA NA'HYA WA 'ALAIHA NAMUUTU WA BIHA NAB'A-TSU
INSYA 'ALLOHU MINAL AMINIIN.
TUTUP DOA,, DOANYA BEBAS..
_Ashef Muhammad AL-ImaZMuda_
RAHASIA TERKABULNYA DOA KITA
RAHASIA TERKABULNYA DOA KITA
Dalam Alquran, Allah menjelaskan bahwa setiap doa kita pasti akan
dikabulkan oleh Allah SWT. Sebagaimana dijamin dalam firman-Nya yang
artinya,
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu
(Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan
permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah
mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka
memperoleh kebenaran". (QS. Al-Baqarah : 186)
Dalam ayat lain diperjelas,
"Dan Tuhan-mu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku
perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau
menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.'" (QS.
Al-Ghafir :60)
Tapi mengapa masih ada keraguan pada diri
kita.... agar tidak ragu bahwa doa kita dikabulkan oleh Allah SWT,
berikut lima rahasia doa kita terkabul:
1. Ikhlas
Allah
berfirman, "Maka, sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya,
meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya." (Al-Mu'min : 14)
Dari ayat ini kita dianjurkan untuk memperbaiki niat ibadah dan hati
kita haruslah ikhlas. Jika hati kita semakin bersih dengan sesuatu yang
selain allah, seperti kepentingan dunia dan isinya, maka kita akan
semakin dekat dengan Allah. Jika semakin dekat dengan Allah, doa kita
pasti dikabulkan. Jika ingin doa kita dikabulkan energi yang kita pakai
untuk berdoa berasal dari makanan yang halal. Sebab Allah itu baik dan
hanya menerima sesuatu yang baik.
Dari Abi Hurairah ra berkata,
Rasulullah SAW bersabda: Wahai sekalian manusia!, sesungguhnya Allah
memerintahkan kepada orang-orang yang beriman apa yang di perintahkan
kepada rasul
2. Ikuti Sunah Rasul
Allah berfirman, "... Dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk." (Al-A'raf : 158)
Artinya, dalam berdo'a ikutilah cara Rasulullah berdoa yakni berdo'a
dengan suara yang lembut, berdo'a yang baik-baik, berdo'a saat sedang
sujud dan lain sebagainya
Selain berdo'a sesuai cara Nabi,
berdoalah dengan do'a yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Hati-hati
dengan doa yang mengada-ada dan tidak ada tuntutannya. Jika memang tidak
bisa berdo'a dengan bahasa arab atau asal bahasa arab tapi tidak tahu
dalil dan maksudnya, maka sebaiknya berdo'a dengan bahasa yang mudah di
pahami saja. Insya Allah semua itu dibenarkan.
3. Yakin Kepada Allah
Diantara hal yang bisa menumbuhkan kepercayaan seorang mukmin kepada
Rabbnya adalah dia mengetahui bahwa segala perbendaharaan kebajikan dan
keberkahan itu ada di sisi Allah.
Abu Hurairah ra., menuturkan
bahwa Nabi SAW bersabda: Berdoalah kalian kepada Allah dengan meyakini
bahwa Allah akan mengabulkan doa kalian.
4. Hati Khusyuk
Allah berfirman, "Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang selalu
bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka
berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas, dan mereka adalah orang-orang
yang khusyuk kepada Kami."(QS. Al-Anbiya : 90)
Artinya, dalam
berdoa hati kita harus sambung dengan Allah. Kita berdoa benar-benar
tertata, dengan niat yang kuat, sungguh-sungguh dan penuh harap kepada
Allah SWT
Ketika berdoa hati kita hadir, hati menghadap kepada Allah
dengan penuh kekhusyuan dan ketenangan. Ketika berdoa kita harus yakin
kalau doa kita akan di kabulkan.
Dari Abu Hurairah ra berkata,
Rasulullah SAW bersabda: Berdoalah kepada Allah dan yakinlah bahwa doa
kalian dikabulkan oleh Allah, dan ketahuilah bahwa Allah tidak menerima
doa orang yang hatinya lalai dan lupa."
5. Niat Yang Kuat
Niat yang kuat, teguh pendirian, dan bersungguh-sungguh dalam berdoa
adalah kunci doa terkabul, Anas ra menuturkan bahwa Rasulullah SAW
bersabda: "Jika salah seorang dari kalian berdoa, hendaklah dia berdoa
dengan sungguh-sungguh dan janganlah dia mengucapkan, "YA Allah berilah
aku, jika Engkau mau." sebab tidak ada yang bisa memaksa Allah."
Rahasia Do’a 99% Mustajab
Tabihun – Do’a atau berdo’a tidak asing lagi bagi telinga kita. Hampir
semua agama dan kepercayaan mengajarkan kepada pengikutnya untuk
senantiasa bedo’a. sebab do’a adalah pengingat ketika keberhasilan dapat
diraih,maka kita sadar itu merupakan karunia Alloh, jika kegagalan yang
datang, maka do’a sebagai benteng dari putus asa, karena dari situ kita
tahu betapa lemahnya kita,tanpa pertolongan-Nya mustahil kita mampu
menjalani hidup ini.
Sebagian orang menggap do’a sebagai
“pesugihan” yang halal, mungkin Sahabat sudah mencari do’a manjur, do’a
paling mujarab, do’a paling ampuh, atau juga mendatangi tempat berdo’a
yang maqbul, mungkin juga sudah menyempatkan waktu untuk memasuki waktu
mustajabnya do’a.
Pernahkah kita merasa kalau do’a kita ditolak oleh Alloh?
Berbagai do’a sudah dilantunkan, bermacam cara bahkan tidak jarang kita
meluangkan waktu, mencari saat dan tempat yang konon mustajab untuk
berdo’a, namun semua itu nyaris tidak membawa hasil, bahkan yang lebih
tragis, nikmat yang kita harapkan malah laknat yang datang. Kehidupan
yang layak, rejeki yang melimpah, isteri/suami yang cantik/tampan,
kendaraan mewah selalu kita panjatkan agar itu berpihak pada kita, namun
bukannya mendekat, malah menjauh.
Rahasia do’a makbul
Setelah bertahun-tahun terombang-ambung diantara harapan dan putus asa,
kadang pertanyaan- pertanyaan datang bertubi-tubi. Kenapa Alloh masih
enggan mengabulkan do’aku? Apa salahku? Kurang apalagi? Puasa
sudah,berdo’a sudah,beramal sudah, tapi koq masih begini saja.
Ada 3 tahapan yang harus kita lakukan agar do’a kita maqbul, bahkan dijamin pasti insya Alloh manjur ;
1. Syukur
Mungkin kita bertanya, hidup saja susah apa yang mau disyukuri? Inilah kesalahan kita.
Coba kita renumgkan ! andai kita mempunyai anak, anak kita minta
mobil-mobilan, karena kita sayang kita kasih, tapi anak itu lupa membawa
pulang mainannya ketika bermain dengan kawan-kawannya. Hilanglah mainan
itu.
Keesokan harinya dia merengek minta dibelikan lagi,kita pun
membelikannya, dan kejadian pertama terulang lagi. Lantas jika anak kita
itu minta lagi apa jawab kita? Apa akan langsung membelikannya? Tentu
kita akan marah bukan?
Memang Alloh tidak seperti kita, namun
kita hendaknya tahu diri, bagaimana Alloh akan mengabulkan do’a kita
jika nikmat yang sudah ada saja tidak pernah disyukuri, ini namanya
tidak tahu berterima kasih.
Dan yang paling penting adalah ;
do’a itu bisa di ijabah atau ditolak oleh Alloh, tapi syukur pasti akan
diterima ( bagaimana syukur yang benar? akan dilanjutkan dalam tulisan
berikutnya , insya Alloh).
Jika kita bersyukur, maka Alloh akan
menambahi anugerah-Nya kepada kita tanpa kita minta sekalipun. Alloh
berfirman ; “Jika kamu menghitung-menghitung nikmat Allah, niscaya kamu
tidak akan dapat menentukan jumlahnya (menghitungnya). Sesungguhnya
Allah benar-benar Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” QS. An Nahl : 18.
2. Malu
Sepantasnya kita malu, mungkin kita tidak diberi harta lebih, tapi kita
masih diberi akal, tangan, kaki dan yang lebih penting kita masih
hidup, tapi kenikmatan2 itu sekan tidak berarti apa-apa bagi kita, kita
mendefinisikan nikmat itu hanya berupa harta,tahta,wanita.
3. Istighfar
Mohonlah ampun kepada Alloh, atas kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan dengan sebenar-benarnya.
Insya Alloh dengan di awali dan dilandasi 3 hal tersebut do’a kita akan
di kabulkan oleh Alloh. Dengan catatan semua itu dilakukan dengan benar
tanpa direkayasa & dawam.
_Ashef Muhammad AL-ImaZMuda_
DOA-DOA NABI MUHAMMAD SAW
DOA-DOA NABI MUHAMMAD SAW
Sahabat ASWAJA berikut adalah salah satu Doa-Doa Nabi MUHAMMAD SAW, msh
banyak sebenarnya tp gak mgkn ane posting semua satu persatu aja
kedepannya masih ada kok Insyalloh.. semoga Bermampaat.. suka Dan
bagikan semoga bisa jadi ladang amal buat kita semua AAMIIN..
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلَّلهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ
وَاجِلِهِ، مَاعَلِمْتُ مِنْهُ، وَمَالَمْ اَعْلَمُ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ
الشَرِّ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَاَجِلِهِ، مَاعَلِمْتُ مِنْهُ وَمَالَمْ
اَعْلَمُ
Ya, Allah berikanlah seluruh kebaikan kepadaku, yang
cepat atau lambat, baik yang ku ketahui atau tidak dan aku berindung
kepadamu dari seluruh keburukan, yang cepat atau lambat, baik yang aku
tahu atau tidak
اَلَّلهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرٍ،
مَاسَأَلَكَ بِهِ عَبْدُكَ، وَنَبِيُّكَ، مُحَمَّدٌ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَااسْتَعَاذَ بِهِ عَبْدُكَ،
وَنَبِيُّكَ، مُحَمَّدٍ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Ya Allah, berikanlah kebaikan kepadaku, apa saja yang telah diminta oleh hambamu, dan nabimu Muhammad Saw
اَلَّلهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ، وَمَايُقَرِّبُنَا اِلَيْهِ
مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ، وَمَا يُقَرِّبُنَا
اِلَيْهِ مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ، وَاَنْ تَجْعَلْ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ
اِلَيَّ خَيْرًا
Ya Allah jadikan aku sebagai penghuni surga,
dan segala yang mendekatkan ku pedanya dari perkataan dan perbuatan, dan
aku berlindung dari nerakamu, dan dari segala yang mendekatkanku
kepadanya, dari perkataan dan perbuatan, dan jadikanlah setiap ketetapan
yang engkau tetapkan kepadaku menjadi baik..
_Ashef Muhammad AL_IMaZMuda_
TAHLILAN, MAULID, SHOLAWATAN BACA YASIN BUAT MANYIT BUKAN BID'AH TAPI SUNAH
TAHLILAN, MAULID, SHOLAWATAN BACA YASIN BUAT MANYIT BUKAN BID'AH TAPI SUNAH
Membaca tahlil atau Surat Yasin sejatinya adalah berzikir; zikir yang
bertujuan mendoakan keluarga yang telah wafat. Hal itu bisa dilakukan
secara individual maupun berjamaah. Jika dilakukan secara individual,
maka kita bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja. Jika dilakukan
secara berjamaah, tentu harus berkumpul di tempat khusus. Zikir yang
dilakukan secara bersama-sama, merupakan ibadah yang dianjurkan oleh
Islam. Rasulullah SAW bersabda:
لاَيَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ
عَزَّوَجَلَّ إِلاَّحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ
الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ
فِيْمَنْ عِنْدَهُ (رواه مسلم)
Tidaklah berkumpul suatu kaum
sambil berzikir kepada Allah Swt, kecuali mereka akan dikelilingi oleh
para malaikat. Allah Swt. akan melimpahkan rahmat kepada mereka,
memberikan ketenangan hati, dan Allah akan memuji mereka di hadapan
makhluk yang ada di sisi-Nya. (HR. Muslim)
Imam as-Syafi’i ra.
menyatakan: “Sesungguhnya Allah Swt. telah memerintahkan hamba-hamba-Nya
untuk berdoa kepada-Nya, bahkan juga memerintahkan kepada Rasul-Nya.
Apabila Allah Swt. memperkenankan umat Islam mendoakan saudaranya yang
masih hidup, tentu diperbolehkan juga mendoakan saudaranya yang telah
wafat. Dan barokah doa tersebut Insya Allah akan sampai kepada yang
didoakan. Sebagaimana Allah Swt. Maha Kuasa memberi pahala kepada orang
yang hidup, Allah Swt. juga Maha Kuasa memberi manfaat doa kepada
mayit.” (Diriwayatkan al-Baihaqi dalam Manaqib al-Syafi’i, Juz I, hal.
430)
Dalam hadits riwayat Aisyah ra., Rasulullah saw. bersabda:
ما من ميت تصلي عليه أمة من المسلمين يبلغون مائة يشفعون له إلا شفعو فيه (صحيح مسلم)
Mayyit yang dishalati oleh seratus orang Muslimin sambil (berdoa)
memintakan ampun baginya, tentu permohonan mereka akan diterima. (HR.
Muslim, 1576)
Mendoakan keluarga, khususnya kedua orang tua
yang sudah wafat, merupakan anjuran agama. Karena orang yang sudah wafat
tidak bisa lagi berbuat kebajikan. Yang bisa ia harapkan hanya 3 hal,
yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang
selalu mendoakan atau bersedekah untuknya (al-hadits). Jika ilmu dan
harta tidak punya, maka doa anak-cuculah yang selalu ditunggu oleh ahli
kubur (kita semua calon ahli kubur, lhoo…).
Kita diajurkan
selalu mendoakan leluhur kita, yang wafatnya bukan disebabkan mati
syahid, karena mereka pasti akan menghadapi ujian berat di alam kubur.
Hal ini ditegaskan oleh banyak hadits Nabi SAW (akan dijelaskan di
belakang). Sedangkan orang yang mati syahid, mereka sudah “cukup” dengan
kesyahidannya. Pernah seorang shahabat bertanya kepada Rasulullah SAW,
kenapa hanya orang mati syahid yang terbebas dari ujian kubur?
Rasulullah SAW menjawab:
كفى ببارقة السيوف على رأسه فتنة
Cukuplah ujian orang yang mati syahid itu ketika ia menghadapi kilatan pedang (ujiannya saat berperang).
Sedangkan bagi orang kebanyakan yang tidak mati syahid, maka ujian dan
siksa kubur akan selalu menunggu. Sehingga wajar bila kita selalu
mendoakan mereka, baik lewat tahlil atau bacaan Surat Yasin, agar mereka
bisa menghadapi ujian di alam kubur dengan baik.
Hakikat Tahlil dan Yasiin
Secara bahasa, tahlil artinya membaca la ilaha illalLah. Istilah sudah
menjadi dialek orang Arab yang kemudian diindonesiakan. Karena itu, di
Indonesia, istilah tahlil digunakan untuk menunjukkan aktivitas doa yang
di dalamnya memuat bacaan la ilaha illalLah, yang ditujukan untuk orang
yang sudah wafat. Dari sini dapat dipahami, bahwa di dalam tahlil pasti
terdapat bacaan la ilaha illalLah dan zikir-zikir yang lain, termasuk
ayat-ayat al-Qur’an.
Tahlil yang biasa dibaca oleh kaum
Muslimin di Indonesia, khususnya kaum Nahdliyyin, merupakan kumpulan doa
yang diambil dari ayat-ayat Al-Qur’an, mulai dari Surat Al-Fatihah,
permulaan Surat al-Baqarah, hingga tiga surat terakhir (Al-Ikhlas,
al-Falaaq, dan an-Naas). Banyak sekali riwayat hadits yang menunjukkan
keutamaan bacaan-bacaan tersebut, yang tentu saja tidak cukup diurai
satu per-satu di sini.
Dari sini dapat ditarik benang merah,
bahwa redaksi tahlil tidak harus sama. Tidak ada tahlil tunggal yang
harus diikuti oleh semua orang. Setiap doa yang ditujukan untuk orang
yang sudah wafat, yang di dalamnya memuat la ilaha illalLah, semua itu
hakikatnya adalah tahlil. Maka, di setiap daerah, bacaan tahlil itu
tidak sama persis. Sebab, tujuan utama tahlil bukan lafadznya, bukan
redaksinya, melainkan doanya dan kandungan isinya.
Mengenai
pembacaan Surat Yasin, hal itu juga merupakan ibadah dan doa yang sangat
dianjurkan. Diriwayatkan oleh Ma’qil bin Yasar ra., bahwa Rasulullah
SAW bersabda:
ويس قلب القرأن لايقرؤها رجلٌ يريد الله تبارك وتعالى والدار الاخرة إلا غفرله, واقرؤها على موتاكم (مسندأحمد بن حنبل)
Surat Yasin adalah jantung Al-Qur’an. Tidaklah seseorang membacanya
dengan mengharap ridla Allah Swt, kecuali Allah Swt. akan mengampuni
dosa-dosanya. Maka bacalah Surta Yasin atas orang-orang yang telah
meninggal di antara kamu sekalian. (Musnad Ahmad ibn Hanbal, 1941)
Pembagian Waktu
Mengenai waktu untuk mendoakan, sebenarnya boleh dilakukan kapan saja
dan di mana, baik dilakukan secara individual maupun bersama-sama.
Sebab, seperti telah ditegaskan di muka, orang yang sudah wafat itu
mendapat ujian berat selama berada di alam kubur, menunggu hari kiamat
tiba. Dalam sebuah riwayat dikisahkan, saat terjadi gerhana matahari
pada masa Rasulullah SAW, beliau memimpin shalat gerhana. Dan ketika
sedang berkhutbah, beliau mengingatkan tentang beratnya ujian bagi orang
yang sudah wafat:
إن الناس يفتنون في قبورهم كفتنة الدجال. قالت عائشة وكنا نسمعه بعد ذلك يتعوذ من عذاب القبر
Sesungguhnya manusia itu diuji di dalam kuburan mereka, seperti ujian
Dajjal. Siti Aisyah menyatakan: Setelah itu kami mendengar beliau (Nabi)
memohon perlindungan dari siksa kubur. (As-Sunan al-Kubra li an-Nasa’i,
1/572. Lihat juga Tahdzib al-Atsar 2/591 dan Shahih Ibnu Hibban 7/81).
Menurut Syeikh al-Albani, hadits riwayat an-Nasa’i ini adalah hadits shahih, sehingga bisa dijadikan sandaran hukum.
Mengenai pilihan 7 hari, 40 hari, atau 100 hari untuk melakukan doa
bersama, hal itu karena mengikuti kebiasan para sahabat dan ulama
salafus shaleh. Imam Ahmad bin Hambal ra. menyatakan dalam kitab
az-Zuhd, sebagaimana dikutip oleh Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitab
Al-Hawi li al-Fatawi dan ad-Durr al-Mantsur:
حدثنا هاشم بن
القاسم قال حدثنا الاشجعي عن سفيان قال: قال طاوس إن الموتى يفتنون في
قبورهم سبعا فكانوا يستحبون أن يطعموا عنهم تلك الآيام
Hasyim bin
Al-Qasim meriwayatkan kepada kami: Al-Asyja’i meriwayatkan kepada kami
dari Sufyan: Imam Thawus berkata : “Orang-orang yang meninggal dunia itu
mendapat ujian berat selama 7 hari di dalam kubur mereka. Maka kemudian
para ulama salaf menganjurkan bersedekah makanan untuk orang yang
meninggal dunia selama tujuh hari itu.” (Al-Hawi li al-Fatawi, juz II,
hal. 178 dan ad-Durr al-Mantsur 5/38)
Imam Ibnu Jarir at-Thabari mempertegas maksud hadits di atas sbb:
وأخرج ابن جرير في مصنفه عن الحارث بن أبي الحرث عن عبيد بن عمير قال :
يفتن رجلان : مؤمن ومنافق فأما المؤمن فيفتن سبعا, وأما المنافق فيقتن
أربعين صباحا
Ibnu Jarir meriwayatkan dalam Mushannafnya, dari
Ibnu Abi al-Harts, dari Ubaid ibn Umair, ia berkata: Yang diuji (di
dalam kubur) adalah dua orang, yakni orang mukmin dan munafik. Orang
mukmin diuji selama 7 hari, dan orang munafik diuji selama 40 hari
(ad-Durr al-Mantsur, 5/38).
Imam Suyuthi menandaskan bahwa:
“Tradisi bersedekah selama 7 hari merupakan kebiasaan yang telah berlaku
hingga sekarang (zaman Imam Suyuthi) di Mekah dan Madinah. Yang jelas,
kebiasaan itu tidak ditinggalkan sejak masa sahabat Nabi Saw. sampai
sekarang. Dan tradisi itu diambil dari ulama salaf sejak generasi
pertama (masa sahabat Nabi Saw)”.
Telah kita maklumi, kaum
Muslimin yang mengadakan tahlil atau Yasinan, juga bersedekah dengan
memberikan hidangan kepada para undangan. Pahala sedekah tersebut
ditujukan untuk keluarga mereka yang sudah wafat.
Sedangkan
istilah “haul” (peringatan satu tahunan setelah kematian) diambil dari
sebuah ungkapan yang berasal dari hadist Nabi Saw. dari al-Waqidi:
كان النبي ص.م يزور الشهداء باحد فى كل حول, واذا بلغ الشعب رفع صوته
فيقول :سلام عليكم بما صبرتم فنعم عقبى الدار ثم ابو بكر رضي الله عنه كل
حول يفعل مثل ذلك ثم عمربن الخطاب ثم عثمان بن عفان رضي الله عنهما (اخرخه
البيهقي)
Rasulullah saw. setiap haul (setahun sekali) berziarah
ke makam para syuhada’ Perang Uhud (tahun ke 3 H.). Ketika Nabi saw.
sampai di suatu tempat bernama Syi’b, beliau berseru: Semoga keselamatan
tercurahkan bagi kalian atas kesabaran kalian (para syudaha’). Alangkah
baiknya tempat kembali kalian di akhirat.” Kemudian Abu Bakar juga
melakukan seperti itu. Demikian juga Umar bin Khatthab ra. dan Utsman
bin Affan ra. (H.R. Baihaqi)
Kesimpulan
Dari sedikit
uraian di atas, tahlilan,maulid ,sholawatan,baca yasin buat mayit
hukumnya adalah sunnah (anjuran agama). Doa-doa tersebut telah menjadi
tradisi secara turun-temurun sejak masa Shahabat hingga sekarang. Doanya
tidak wajib sama, asalkan esensinya sama.
Mengenai tuduhan
SEBAGIAN kalangan bahwa tahlilan,maulid ,sholawatan,baca yasin buat
manyit tidak punya dasar dalam syariat, itu hanyalah perbedaan pendapat
yang sangat wajar terjadi dalam masalah-masalah furu’iyyah (hukum-hukum
cabang dalam syariat). Tidak perlu dipermasalahkan. Yang mau
tahlilan,maulid ,sholawatan,baca yasin dipersilahkan, yang tidak mau
tidak apa-apa. manfaat atau mudlaratnya kembali pada diri kita
masing-masing. Tapi kami yakin, kita semua pada dasarnya ingin didoakan
oleh keturunan kita, saat kita telah berada di alam kubur kelak.
Harapan kami, kalangan yang “anti tahlilan,maulid ,sholawatan,baca
yasin” itu tidak perlu menuduh bid’ah, kufur, apalagi syirik kepada umat
Islam yang suka tahlilan,maulid ,sholawatan,baca yasin. Sebab, dalam
sebuah hadits dinyatakan bahwa tuduhan kufur kepada sesama Muslim, jika
tidak benar, maka akibatnya akan menimpa pihak penuduh sebelum ia wafat.
Wal-‘iyadzu bilLaah.
_Ashef Muhammad AL-ImaZMuda_
ANJURAN DAN PERINTAH MENDOAKAN YANG SUDAH MENINGGAL DALAM AYAT AL-QURAN DAN HADITS
ANJURAN DAN PERINTAH MENDOAKAN YANG SUDAH MENINGGAL DALAM AYAT AL-QURAN DAN HADITS
Ada Sebuah hadits yang disebutkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan lainnya, dari Abu Sa’id bahwa Rasulullah SAW bersabda :
‘Sesungguhnya orang yang meninggal dunia itu mengetahui siapa yang
memandikannya, membawanya, mengkafaninya dan memasukkannya ke dalam
liang kubur.’
Abu Nu’aim dan
lainnya meriwayatkan dari Amr bin Dinar, ia berkata, ‘Setiap orang yang
meninggal dunia, maka ruhnya di tangan malaikat maut, ia melihat ke
jasadnya, bagaimana ia dimandikan, bagaimana ia dikafani dan bagaimana
ia dibawa. Dikatakan kepadanya ketika ia berada diatas pembaringannya,
“Dengarkanlah pujian orang banyak kepadamu.”Ibnu Abi Ad-Dunia
meriwayatkan makna yang sama dengan riwayat ini, ia meriwayatkan dari
beberapa periwayat dari Tabi’in, dengan redaksi, ‘Ditangan malaikat’,
tanpa ada tambahan lain.
Ruhnya Melihat,Menyaksikan betapa
begitu banyak umat muslim Hadir melihat kematiannya sampai ia memasuki
alam kubur.Ruhnya melihat begitu banyak orang yang mendokan dirinya dan
berharap allah menjadikannya dirinya sebagai seoarang hamba yang Dia
Cintai sebagaamana mereka mencintainya..
Allah Subhanahu wa Ta’alaa juga berfirman :
وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ
“dan mendo’alah untuk mereka, sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka” (QS. at-Taubah : 104)
وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
“dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan” (QS. Muhammad 47 : 19)
Apa yang dilakukan segenap umat muslim mendokan Yang telah meninggal,
perbuatan para sahabat kaum anshor dan muhajirin sebagaimana Allah
Subhanahu wa Ta’alaa telah berfirman :
والذين جاءوا من بعدهم
يقولون ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا
غلا للذين آمنوا ربنا إنك رءوف رحيم
“Dan orang-orang yang datang
sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Rabb kami,
beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih
dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati
kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya
Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Hasyr 59 ; 10)
Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’alaa memberitahukan bahwa
orang-orang yang datang setelah para sahabat Muhajirin maupun Anshar
mendo’akan dan memohonkan ampun untuk saudara-saudaranya yang beriman
yang telah (wafat) mendahului mereka sampai hari qiamat.
Rasulullah bersabda :“ Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala yang melakukannya” (HR. Muslim)
Betapa Indahnya sebuah kematian yang disertai Doa Ribuan Umat
muslim.dan itu menunjukkan kemuliaannya sebagai Ulama yang disayangi
segenap umat muslim.Tidak banyak orang mendapatkan anugrah cinta dan
kasih sayang yang begitu banyak dari umat muslim disaat kematian tiba.
Langganan:
Postingan (Atom)